Ramai soal Alkitab berbahasa Minang, sampai ada yang meragukan ada orang Minang yang beragama Kristen, tampak kalau orang tersebut kurang baca buku. Apalagi kisahnya berkaitan dengan tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia.

Setidaknya ada dua nama besar yang terkait. Pertama, Chalid Salim yang menganut agama Katolik dengan nama baptis Ignatius Franciscus Michael. Dia adalah adik dari Pahlawan Nasional Haji Agus Salim.

Chalid Salim “dibuang” ke Boven Digoel oleh Belanda, setelah pemberontakan PKI pada tahun 1926. Di sana, Soekardjo Prawirojoedo memperkenalkannya dengan ajaran Katolik. “God zij dank, Alhamdullilah, sekarang dia percaya Tuhan. Dia dulu komunis, tidak percaya Tuhan,” begitu tanggapan Agus Salim.

Kedua, Pdt. Willy Amrull yang bernama asli Abdul Wadud Karim Amrullah. Dia adalah adik tiri satu ayah dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah yang dikenal dengan Buya HAMKA, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode pertama.

Sewaktu tinggal di Amerika Serikat, Amrullah aktif di Islamic Center Los Angeles. Ia menikahi Vera Ellen George yang berhasil dimualafkan pada tahun 1970.

Ketika mereka pulang ke Indonesia, dalam pergumulannya, Vera kembali memeluk agama Kristen. Bukan hal mudah bagi Amrullah dengan kenyataan ini. Ketika Vera dengan hati-hati menyampaikan kegundahan hatinya, Amrullah gusar. Cukup lama ia bergumul. Sempat ia marah kepada Tuhan. Melalui liku nan panjang, Amrull pun memutuskan menjadi pengikut Kristus. Mereka sempat melayani di Sumatra Barat. Melalui sejumlah pertimbangan, mereka ke Amerika lagi dan Amrull menjadi pendeta di GPII California.

Autobiografi Pdt. Willy Amrull berjudul Dari Subuh hingga Malam: Perjalanan Seorang Putra Minang Mencari Jalan Kebenaran (2011) diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia Jakarta. Kabar baiknya, buku ini sedang promosi dengan diskon 50%. Untuk info lebih lanjut, silakan masuk ke: linktr.ee/BPKGM atau menghubungi bagian e-commerce di nomor 087880057922. Yuk, perluas wawasan dengan membaca buku. (Gie)