Dari: http://www.majalahgaharu.com/2016/11/05/tujuh-puluh-tahun-bpk-gunung-mulia-jadi-partner-gereja/

JAKARTA, MAJALAHGAHARU.COM — Dalam rentang tujuh puluh tahun usia BPK Gunung Mulia sudah banyak hal yang dilakukan dalam rangka mencerdaskan umat bahkan bangsa. Untuk mensyukuri usia nya yang ke 70 tahun tersebuh segenap pimpinan dan karyawan BPK Gunung Mulia merayakannya dalam ibadah syukur bertempat di GPIB Paulus jalan Cut Mutiah Jakarta Pusat. Dalam kebaktian syukur tersebut firman Tuhan disampaikan oleh ketua Sinode GPIB pendeta Paulus Keriso Rumambi yang didasarkan dari kitab Mazmur Jumat (4/11/2016).

Dalam kebaktian yang dimeriahkan beberapa paduan suara seperti Joy Full, PS BPK Gunung Mulia, PS Voice of Soul dan PS Pemuda GPIB dihadiri Ketua umum PGI Pdt Henrriete Lebang,  Sekum PGI Pendeta Gomar Gultom dan juga ketua Yayasan BPK Gunung Mulia Inget Sembiring dan beberapa tokoh lainnya.

Inget Sembiring ketua yayasan BPK Gunung Mulia dan Johan Tumanduk selaku direktur utama BPK Gunung Mulia mengatakan bahwa BPK Gunung Mulia harus menjadi partners gereja dalam meningkatkan kompentensi baik pendeta, majelis jemaat serta aktivis dan umat pada umumnya. Untuk itu BPK Gunung Mulia selalu melakukan upaya-upaya keras untuk bekerjasama dengan gereja. Dan selalu mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan gereja sehingga pada gilirannya menjadi satu sinergi yang baik antara Gereja dan BPK Gunung Mulia sebagai Badan Penerbit Kristen.

Untuk itu tema yang diangkat adalah gereja yang membaca dan menulis untuk itu BPK meminta para pendeta untuk bisa menulis. Karena dengan menulis mereka secara otamatis belajar untuk membaca. Johan lanjutnya tidak mungkin menulis kalau tidak membaca. Langkah itu diharapkan akan ada imbal balik antara gereja dan BPK sebagai penerbit. Bicara BPK Gunung Mulia sebagai penerbit sudah teruji dengan usianya yang sudah tujuh puluh tahun tersebut, hal ini terang Johan tentu bisa dipertanggungjawabkan baik dari segi edit tulisan serta desaign sehingga dari yang biasa menjadi luar biasa. Disisi lain dalam rangka meningkatkan kehadiran buku-buku BPK Gunung Mulia untuk mendekatkan kepada umat sudah dibuka beberapa cabang Toko Buku di beberapa daerah Manado, Surabaya, Medan, Depok dan yang akan segera dibuka di Manokwari Papua, karena disitu Injil mula diberitakan bagi masyarakat Papua

Sementara Inget Sembiring, menanggapi BPK yang sudah berusia 70 tahun ini ingin menjadikan BPK Gunung Mulia mampu melayani seluruh masyarakat Indonesia khususnya umat Kristen. BPK memberikan bahan-bahan bacaan yang membuat orang lebih pintar dan juga jauh beriman tentu dengan bacaan-bacaan yang gampang mereka peroleh melalui selain cetak juga digital. BPK banyak menerbitkan jenis buku baik nyanyian rohani, teologia dan juga bacaan-bacaan populer. Khusus cetak strategi yang dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan gereja seperti membuat buku dan tentunya harus selalu akrab dengan gereja. BPK harus aktif untuk turun ke gereja mengenai buku atau bacaan apa yang mereka perlukan. Inget meminta bahwa jangan biarkan juga BPK sendirian tetapi peran gereja untk juga mengajak membuat buku dan BPK yang menerbitakan tentu dengan standart BPK.