Closer To God: Ketika Hidup Terasa Berat, Kita Punya Tempat untuk Pulang
Share
Hidup tidak selalu berjalan seperti apa yang kita harapkan. Ada hari-hari ketika semuanya terasa baik, tetapi ada juga saat ketika berbagai persoalan datang bersamaan dan membuat kita merasa lelah. Di tengah keadaan seperti itu, kita mungkin tidak selalu membutuhkan jawaban yang cepat. Terkadang, yang kita butuhkan adalah tempat untuk berhenti sejenak, menenangkan diri, dan kembali menemukan kekuatan. Bagi orang percaya, tempat itu adalah Tuhan.
Mendekat Kepada Tuhan
Yakobus 4:8 berkata:

Ayat ini mengingatkan bahwa kedekatan dengan Tuhan bukan berarti hidup akan selalu mulus atau terbebas dari masalah. Kita tetap dapat menghadapai kegagalan, kekhawatiran, kehilangan, dan berbagai hal yang tidak dapat kita kendalikan. Namun, ketika kita dekat dengan Tuhan, kita tahu kepada siapa kita dapat datang ketika semuanya terasa berat.
Mendekat kepada Tuhan juga bukan hanya tentang mencari-Nya ketika membutuhkan pertolongan. Kedekatan dibangun melalui keseharian, seperti doa, renungan, membaca firman, maupun membawa keberanian setiap keadaan apa adanya di hadapan Tuhan. Kita tidak harus menunggu hidup menjadi baik terlebih dahulu untuk datang kepada-Nya.
Selalu Ada Jalan untuk Kembali
Dalam perjalanan hidup, ada kalanya kita merasa jauh dari Tuhan. Kesibukan, masalah, rasa kecewa, atau bahkan keraguan dapat membuat hubungan kita dengan Tuhan renggang. Namun, jarak tersebut bukan penghalang kita tidak dapat kembali.
Pesan tentang perjalanan hidup dan kehadiran rahmat Tuhan di berbagai keadaan juga dapat ditemukan dalam buku Labirin Kehidupan 3: Dikejutkan oleh Rahmat karya Joas Adiprasetya, yang diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia.

Buku ini mengajak pembaca melihat kehidupan sebagai sebuah perjalanan yang tidak selalu mudah ditebak. Di tengah berbagai tikungan dan keadaan yang mungkin terasa gelap, kita diajak untuk menyadari bahwa rahmat Allah tetap hadir dan menyertai perjalanan kita.
Pada akhirnya, dekat dengan Tuhan bukan berarti kita tidak akan menghadapi jalan yang sulit. Namun, kita dapat menjalaninya dengan kesadaran bahwa kita tidak sendirian. Ketika hidup terasa berat, kita punya tempat untuk pulang.
Mendekatlah kepada Tuhan, karena dalam setiap perjalanan, selalu ada kasih dan rahmat-Nya yang menyertai.
Kalau hidup terasa lebih berat, apa yang membuatmu kembali dekat dengan Tuhan? Yuk, ceritakan di kolom komentar 🤍
Temukan buku Labirin Kehidupan 3: Dikejutkan oleh Rahmat karya Joas Adiprasetya di online maupun offline store BPK Gunung Mulia. Jadikan refleksi di dalamnya sebagai teman dalam perjalanan iman.