Keep Walking: Tetap Melangkah, Sekalipun Perlahan

Pernahkah kalian merasa perjalanan hidup sedang berjalan lebih lambat dari apa yang diharapkan?

Ada masa ketika kita merasa mampu melangkah dengan cepat dan penuh semangat. Namun, ada pula saat ketika satu langkah kecil saja sudah terasa cukup. Berbagai tuntutan, kegagalan, kekhawatiran, atau keadaan yang tidak sesuai harapan dapat membuat kita merasa lelah dan ingin berhenti. Padahal, berjalan perlahan bukan berarti berhenti.

Tidak Harus Selalu Berjalan Cepat

Galatia 5:25 mengingatkan:

Ayat ini mengajak kita untuk menjalani kehidupan dalam tuntunan Roh, termasuk ketika perjalanan yang kita tempuh tidak selalu mudah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering membandingkan langkah kita dengan orang lain. Ketika melihat orang lain sudah mencapai terlebih dahulu, kita dapat merasa tertinggal dan mulai bertanya-tanya "mengapa Tuhan seolah memberikan jalan yang berbeda?". Padahal, setiap orang memiliki porsi,  perjalanan, dan waktunya masing-masing.

Ada kalanya kita dapat melakukan banyak hal. Ada pula saat ketika yang mampu kita lakukan hanyalah menyelesaikan satu hal kecil dalam sehari. Keduanya tetap merupakan bagian dari perjalanan.

Karena itu, ketika hari ini kita hanya mampu berjalan pelan, tidak apa-apa untuk berjalan pelan. Ketika hanya mampu mengambil satu langkah, ambilah satu langkah. Yang penting tetap berjalan dan tidak kehilangan arah.

Satu Langkah Tetap Berarti

Begitu juga dengan perjalanan iman. Perjalanan iman juga tidak selalu berlangsung dalam langkah-langkah besar. Ada proses yang membutuhkan waktu, ada pertanyaan yang belum memiliki jawaban, dan ada masa ketika kita harus belajar percaya di tengah ketidakpastian.

Tuhan tidak meminta kita untuk selalu memiliki kekuatan yang sama setiap hari. Dalam kelemahan dan keterbatasan pun, kita dapat terus belajar mendekat kepada-Nya.

Hal ini menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam buku Selangkah lebih dekat: Untuk Jiwa yang Lelah, tapi Tetap Bertahan dan Percaya karya Janrio Fernando Siagian, yang diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia.

Buku ini mengajak pembaca untuk melihat kembali perjalanan di tengah kehidupan yang bergerak cepat dan penuh tuntutan. Kelelahan dan kelemahan tidak selalu menjadi tanda bahwa kita gagal. Justru melalui keadaan tersebut, kita dapat belajar menyadari kasih Tuhan dan kembali mendekat kepada-Nya. Setiap langkah kecil, bahkan yang dilakukan dengan gemetar, tetap memiliki arti.

Mungkin hari ini langkah kita belum sejauh yang diharapkan. Mungkin perjalanan terasa lebih lambat dibandingkan orang lain. Namun, bukan berarti perjalanan itu sia-sia.

Tetaplah berjalan. Tidak harus cepat, tidak harus sempurna. Satu langkah pun tetap berarti ketika kita terus berjalan bersama Tuhan.

Temukan buku Selangkah Lebih Dekat: Untuk Jiwa yang Lelah, tapi Tetap Bertahan dan Percaya karya Janrio Fernando Siagian di online maupun offline store BPK Gunung Mulia.

Kembali ke blog

Tulis komentar