Menutup September dengan Syukur
Share
Tidak terasa, September sudah sampai di penghujungnya. Satu bulan telah kita lewati dengan berbagai cerita. September mungkin tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada hari terasa ringan, tetapi ada juga yang mungkin terasa lebih berat. Mungkin masih ada hal yang belum selesai. Ada doa yang masih dinantikan, rencana yang belum terwujud, atau pergumulan yang belum menemukan jalan keluar. Tetapi, di tengah semuanya itu, kita tetap bisa melihat satu hal: Tuhan sudah menolong kita sampai sejauh ini.
Ratapan 3: 22-23

Ayat ini mengingatkan kita bahwa di setiap hari yang kita lewati, selalu ada kasih setia dan rahmat Tuhan yang menyertai. Bahkan ketika keadaan tidak mudah, Tuhan tetap hadir dan memberikan kekuatan untuk menjalani satu hari demi satu hari.
Menutup September bukan hanya tentang meninggalkan satu bulan dan menyambut bulan yang baru. Ini juga menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui, dan menyadari bahwa setiap proses, Tuhan tetap menyertai. Sering kali kita terlalu sibuk memikirkan apa yang belum kita miliki sampai lupa mensyukuri apa yang sudah kita lewati. Padahal, bertahan melewati hari-hari yang sulit juga merupakan bagian dari perjalanan iman.
Refleksi seperti ini juga dapat kita temukan dalam buku Renungan-Renungan yang Direnungkan karya Weinata Sairin, terbitan BPK Gunung Mulia.

Buku ini menghadirkan renungan yang menghubungkan ayat-ayat Alkitab dengan berbagai situasi kehidupan sehari-hari, sehingga pembaca diajak untuk menemukan kembali makna firman Tuhan di tengah kehidupan yang terus berubah.
Mungkin September bukan bulan yang mudah. Namun, hari ini kita bisa melihatnya sebagai satu perjalanan yang sudah berhasil dilewati.
Puji Tuhan untuk setiap proses, pertolongan, dan penyertaan-Nya sepanjang September.
Temukan Renungan-Renungan yang Direnungkan karya Weinata Sairin di online maupun offline store BPK Gunung Mulia, dan temukan kembali ruang untuk merenungkan firman Tuhan di tengah keseharian.
Kalau kamu melihat kembali perjalananmu selama September, hal apa yang paling kamu syukuri kepada Tuhan?