RENUNGAN
Share
KETIKA RENCANA KITA TIDAK BERJALAN SEPERTI YANG DIHARAPKAN
Kita semua pasti pernah membuat rencana. Ada hal-hal yang sudah kita pikirkan secara matang, tujuan yang ingin dicapai, bahkan langkah-langkah yang sudah disusun. Namun, tidak semua rencana berjalan sesuai harapan kita. Ada kalanya sesuatu yang kita harapkan tidak terjadi. Rencana berubah, kesempatan terlewat, atau keadaan yang memaksa kita untuk mengambil jalan yang sama sekali berbeda. Dalam situasi seperti ini, seringkali kita bertanya-tanya “Kalau memang ini yang terbaik, kenapa jalannya harus seperti ini?’’.
KETIKA KITA TIDAK MEMEGANG KENDALI
Sebagai manusia, kita terbiasa membuat rencana karena ingin memiliki arah dan kepastian. Kita ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan bagaimana kehidupan kita selanjutnya. Namun, hidup tidak selalu memberikan kepastian tesebut.

Ayat ini bukan berarti kita tidak boleh merencanakan sesuatu. Merencanakan sesuatu tetap merupakan bagian dari tanggung jawab kita. Namun, kita juga perlu menyadari bahwa ada hal-hal yang diluar kendali kita. Ketika rencana tidak sesuai apa yang kita harapkan, mungkin yang perlu berubah bukan hanya rencananya, tetapi juga cara kita memandang proses tersebut.
BELAJAR PERCAYA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN
Percaya kepada Tuhan bukan berarti kita akan selalu mendaptkan apa yang kita rencanakan. Terkadang, kepercayaan justru diuji ketika jalan yang kita jalani tidak sesuai rencana. Ada hal-hal yang mungkin baru kita pahami setelah melewatinya. Ada pula hal-hal yang mungkin tidak sepenuhnya kita mengerti. Namun, kita dapat terus belajar untuk menyerahkan kekhawatiran, harapan, dan rencana kita kepada Tuhan. Mungkin hari ini kita belum mengerti ke mana sebuah perubahan akan membawa kita. Namun, kita dapat terus belajar untuk menyerahkan seluruh kekhawatiran, harapan, dan rencana kita kepada Tuhan.
Kita boleh memiliki rencana. Kita boleh berharap, Namun, kita juga perlu membagi ruang bagi Tuhan untuk menentukan arah langkah kita.
Dalam Perjalanan menghadapi perubahan dan ketidakpastian, kita membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, berefleksi, dan kembali mengingat bahwa kita tidak berjalan sendirian.
Buku Ruang Konstruksi bagi Spiritualitas dan Produktivitas karya Pnt. Ir. Manahara R. Siahaan, M.M. menghadirkan 73 renungan yang mengajak pembaca merefleksikan berbagai pergumulan kehidupan, termasuk bagaimana tetap percaya, menghadapi kekhawatiran, dan melibatkan Tuhan dalam setiap proses.

Melalui renungan-renungannya, buku ini dapat menjadi teman untuk kembali melihat kehidupan dan perspektif iman terutama ketika jalan yang kita lalui tidak selalu sesuai dengan apa yang kita rencanakan.
Temukan buku ini melalui online store maupun offline store BPK Gunung Mulia.