Tidak Harus Punya Semua Jawaban: Memulai Oktober dengan Percaya

Memulai bulan baru sering kali membuat kita kembali memikirkan banyak hal. Apa yang ingin dicapai? Apa yang harus diperbaiki? Apa yang akan terjadi selama satu bulan ke depan? Semua pikiran-pikiran itu yang terkadang membuat kita overthinking.

Kita boleh membuat rencana dan harapan. Namun, tidak semua hal bisa kita ketahui sejak awal. Ada banyak hal yang baru akan kita temui ketika kita mulai menjalaninya.

Ayat ini mengingatkan bahwa merencanakan kehidupan bukan berarti kita harus mengetahui seluruh perjalanan di depan. Kita dapat membuat rencana, tetapi tetap perlu memberikan ruang bagi Tuhan untuk menuntun setiap langkah.

Berjalan Tanpa Harus Mengetahui Semuanya

Terkadang kita merasa harus memiliki semua jawaban sebelum memulai sesuatu. Kita ingin tahu apakah keputusan yang diambil akan berhasil, apakah rencana yang dibuat akan berjalan sesuai harapan, atau apakah pilihan kita benar??. Padahal, iman juga berarti belajar berjalan ketika kita belum mengetahui seluruh jawabannya.

Memasuki Oktober, mungkin ada hal-hal yang sedang kita rencanakan. Ada target yang ingin dicapai, pekerjaaan yang harus diselesaikan, hubungan yang harus diperbaiki, atau doa yang masih kita nantikan jawabannya.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam satu bulan ke depan. Tetapi kita dapat memilih untuk menjalaninya satu hari demi satu hari, sambil terus percaya bahwa Tuhan selalu menyertai dan menuntun perjalanan kita.

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Memulai bulan baru bukan berarti kita harus langsung memiliki semua jawaban. Justru dalam keseharian, kita dapat belajar mengenali bagaimana Tuhan hadir dan bekerja melalui setiap proses yang kita jalani.

Hal tersebut juga menjadi bagian dari refleksi dalam buku Penziarahan Iman karya Pdt. Mangatur Manurung, M.Th., yang diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia.

Buku ini menghadirkan berbagai khotbah yang membahas tantangan dan pergumulan kehidupan umat masa kini, sekaligus mengajak pembaca untuk terus menguatkan iman dalam menjalani perjalanan hidup yang penuh liku.

Seperti sebuah penziarahan, kehidupan iman tidak selalu memiliki jalan yang mudah atau jawaban yang langsung terlihat. Ada kalanya kita berjalan dengan penuh keyakinan, tetapi ada pula saat ketika kita harus melangkah sambil terus belajar percaya. 

Memasuki Oktober, mungkin kita belum tahu apa yang akan kita hadapi. Namun, kita dapat menjalaninya satu hari demi satu hari sambil terus membuka mata terhadap kehadiran Tuhan dalam hal-hal sederhana. Sebab, menemukan Tuhan tidak selalu berarti mengalami sesuatu yang besar. Terkadang, kita menemukan-Nya dalam kekuatan untuk melewati hari yang sulit, dalam orang-orang yang hadir di sekitar kita, atau dalam kesempatan untuk kembali mencoba ketika kita merasa ingin menyerah. 

Buku Penziarahan Iman karya Pdt Mangatur Manurung, M.Th. dapat menjadi teman refleksi bagi siapa saja yang sedang menjalani perjalanan iman di tengah berbagai tantangan kehidupan. 

Di awal bulan Oktober ini, dalam hal sederhana apa kamu melihat Tuhan hadir dalam hidupmu? Ceritakan di kolom komentar yaa

Kembali ke blog

Tulis komentar