Training Class Music Gereja: Memimpin Nyanyian Jemaat dengan Efektif dan Kreatif
Share
Musik menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan bergereja. Bukan hanya sebagai pengiring ibadah, nyanyian jemaat juga dapat menjadi sarana untuk mengajak, menyentuh, dan menguatkan setiap orang yang hadir dalam persekutuan.
BPK Gunung Mulia kembali mengadakan Training Class Music Gereja pada Sabtu, 19 September 2026. Mengangkat tema “Cara Efektif & Kreatif Memimpin Nyanyian Jemaat”, kegiatan ini menghadirkan Pdt. Rahel S. H. Daulay, M.L.M., D.W.S. sebagai pendeta, teolog, dosen, sekaligus trainer.
Kegiatan ini dihadirkan oleh beberapa mahasiswa STFT Jakarta serta jemaat dari beberapa gereja, seperti GPIB, HKBP, dan GKI. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menjadi ruang untuk belajar dan berdiskusi bersama mengenai peran musik dalam kehidupan beribadah.
Dalam kegiatan ini, peserta diajak melihat bahwa musik dalam ibadah bukan hanya sekadar penampilan atau kemampuan teknis. Nyanyian jemaat merupakan bagian penting dalam ibadah yang dapat mengajak umat untuk terlibat secara aktif dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya memilih lagu dengan memperhatikan makna teologis, kondisi jemaat, serta konteks budaya. Pemimpin musik juga tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan bermusik, tetapi perlu memiliki kepekaan terhadap jemaat dan mampu menciptakan suasana yang membuat setiap orang merasa dilibatkan.

Seperti yang dibahas dalam training, bernyanyi bukan hanya soal suara, tetapi juga tentang iman yang dinyatakan melalui pikiran, hati, dan suara. Karena itu, pelayan musik membutuhkan persiapan, latihan, kerendahan hati, dan pemahaman yang baik terhadap lagu yang dibawakan.
Menemukan Harmoni dalam Pelayanan
Materi training juga sejalan dengan buku Harmoni Harapan karya Pdt. Rahel S. H. Daulay, M.L.M., D.W.S. Buku ini dapat menjadi salah satu bacaan untuk memperdalam pemahaman tentang musik gereja dan bagaimana musik dapat menjadi bagian dari kehidupan iman. Melalui buku ini, pembaca diajak untuk melihat musik bukan hanya sebagai sesuatu yang didengar, tetapi sebagai sarana untuk menyentuh, menyampaikan pesan iman, dan membangun kebersamaan dalam gereja.

Bagi anda yang ingin memperdalam pelayanan musik gereja, Harmoni Harapan dapat menjadi salah satu buku yang menarik untuk dibaca dan dipelajari.
Menurut anda, apa yang paling penting dalam pelayanan music gereja? Kemampuan bermusik, pemilihan lagu, atau hati seorang pelayan?
Tulis pendapatnya di komentar yaa!