bpkgunungmulia
ALLAH MENGINGAT (TEOLOGI INGATAN SEBAGAI DASAR REKONSILIASI DALAM KONFLIK KOMUNAL)
ALLAH MENGINGAT (TEOLOGI INGATAN SEBAGAI DASAR REKONSILIASI DALAM KONFLIK KOMUNAL)
Tidak dapat memuat ketersediaan pengambilan
Allah mengingat karya Binsar Pakpahan adalah buku yang sangat berharga. Manusia hidup dengan berbagai ingatan. Banyak dari ingatan tersebut adalah menyakitkan. Manusia cenderung -sebagai obat bagi rasa sakit tersebut -menekan ingatan, bukan hanya oleh para korban, melainkan juga oleh orang-orang di sekitar mereka dan terutama para pelaku. Life must go on. Binsar Pakpahan menulis bahwa hidup hanya bisa dilanjutkan ketika masa lalu tidak disembunyikan, tetapi dibuka. Manusia mestinya tidak terikat rasa takut akan masa lalu tetapi dia dibebaskan dalam mengingat.
Mengingat adalah inti dari kehidupan dan ibadah Kristen. Dalam perjamuan kudus, kita mengingat kematian Kristus dan dihadapkan dengan Yesus yang disalibkan (Kis. 2:36). inilah yang dilakukan oleh manusia ketika mengaku dosanya. Peringatan akan kematian Kristus mengundang keterbukaan untuk mengatakan siapa kita dan apa yang kita lakukan kepada korban perbuatan kita. Dengan demikian para pelaku menerima kebebasan dari masa lalu mereka. Para korban memiliki peran kunci dalam pembebasan ini. Mereka akan bercerita dan memberitahu sang pelaku tentang perspektif mereka. Dibalik para korban ada Yesus yang disalibkan dalam peringatan akan Kristus mereka yang telah diperlakukan secara tidak adil akan bercerita mengenai kisah mereka dan dibebaskan dari nya, "inilah yang engkau lakukan!" dalam perjamuan kudus, orang yang telah dibaptis tahu bagaimana mendengar suara korban, karena ini adalah tindakan memberi tempat bagi para korban untuk bersuara. Binsar Pakpahan mengajarkan kepada kita bahwa perjamuan Kudus adalah tempat untuk memasang pita dari masa lalu.
Share
