bpkgunungmulia
GAGASAN TEOLOGI SHEMA YISRAEL DALAM SUARA PROFETIS DEUTERO YESAYA
GAGASAN TEOLOGI SHEMA YISRAEL DALAM SUARA PROFETIS DEUTERO YESAYA
Tidak dapat memuat ketersediaan pengambilan
GAGASAN TEOLOGI SHEMA YISRAEL DALAM SUARA PROFETIS
DEUTERO YESAYA
Subjudul : Studi Hermeneutik tentang Transmisi dan Kontekstualisasi Ulangan 6:4-9 dalam Yesaya 44:1-8
Penulis : Ronny P. Simanjuntak
Ukuran Buku : 15 x 23 cm
Halaman : 212 (xxvi + 186)
Ulangan 6:4-9 disebut sebagai Shema Yisrael sekaligus menjadi credo atau Pengakuan Iman untuk mengakui dan mengasihi Tuhan Allah. Gagasan Shema Yisrael juga terdapat dalam Kitab Deutero Yesaya 44:1-8 di mana Tuhan Allah itu berkuasa dan berperan sebagai Penebus Israel. Dia adalah Raja dan satu-satunya Allah. Jangkauannya lebih luas, yaitu umat Allah secara menyeluruh (universal) sebagai keturunan Yakub. Umat Allah sebagai “keluarga Allah” - Family Deo harus tetap bersaksi bahwa Tuhan Allah yang esa sekalipun umat-Nya saat itu berada dalam Pembuangan Babilonia. Ada empat hal yang dikembangkan dari gagasan Shema Yisrael dalam Kitab Yesaya 44:1-8. Pertama, Allah memilih dan memanggil Israel menjadi hamba-Nya. Bahkan sebelum bumi dijadikan Allah sudah menetapkan mereka sebagai umat-Nya. Kedua, janji berkat yang dijanjikan melalui Roh Allah, artinya atas pemilihan dan pemanggilan itu Allah berjanji kepada umat-Nya bahwa Roh akan menyertai mereka. Ketiga, Allah itu Esa dan kedaulatanNya itu mutlak. Sebagai Allah yang Esa, terbukti bahwa Dia adalah Raja, Penebus dan Gunung Batu tempat, perlindungan umat-Nya. Keempat, Allah memilih dan menjadikan umat-Nya sebagai saksi kebenaran kepada dunia ini.
Share
