bpkgunungmulia
Ketika Rahab Berbicara
Ketika Rahab Berbicara
Tidak dapat memuat ketersediaan pengambilan
Judul : Ketika Rahab Berbicara
Subjudul : Hermeneutika Poskolonial Feminis terhadap Yosua 2:1-24
Penulis : Ira D. Mangililo
Tebal : xxii + 329
Ukuran : 15 x 23 cm
Kisah Rahab—perempuan Kanaan dan pelacur di Yerikho yang menyelamatkan para pengintai Israel—selama ini kerap dikenang sebagai simbol iman, kepatuhan teologis, dan keramahtamahan. Namun, siapakah Rahab sebelum ia dikenal melalui tindakannya tersebut? Bagaimana jika kisahnya selama ini lebih banyak disuarakan oleh para pemenang daripada oleh perempuan Kanaan itu sendiri? Buku ini mengajak pembaca membaca ulang Yosua 2 melalui hermeneutika poskolonial feminis dan mendengarkan suara yang tersisih di balik kekuasaan dan ideologi penaklukan.
Melalui pendekatan ini, Rahab tampil sebagai perempuan Kanaan yang hidup di bawah ancaman imperialisme, struktur patriarki, dan stigma sebagai pelacur. Namun, dari ruang marginal tersebut, tampak kecerdasan, keberanian, dan agensinya. Dalam konflik Yerikho dan Israel, Rahab memanfaatkan “ruang ketiga”—ruang ambivalen di antara identitas dan relasi kuasa—untuk membaca situasi, merundingkan keselamatan, menegosiasikan identitas, serta memperjuangkan kelangsungan hidup bêt ’āb, rumah bapa atau keluarganya. Tindakannya bukan sekadar perpindahan kesetiaan, melainkan strategi bertahan hidup yang menunjukkan kemampuannya bertindak dan bernegosiasi di tengah kekuasaan yang membatasi.
Share
