bpkgunungmulia
MEETING POINT POSTMODERN
MEETING POINT POSTMODERN
Tidak dapat memuat ketersediaan pengambilan
Subjudul : Setiap Agama Benar bagi Penganutnya
Penulis : Darwin Lumbantobing
Ukuran Buku : 15 x 23 cm
Halaman : 376 (xxvi + 350)
Kertas Isi : BP 55
Cover : AC 230 Glossy
Di dunia ini ada dorongan transendence eksistensial, yang “lebih tinggi” di luar diri manusia; lalu disebut “suci”. Namun, ada juga yang profane, yang duniawi. Untuk menghubungkan kedua realitas itu, yang sacred dan profane, dibutuhkanlah agama. Jadi, agama adalah universalitas religiositas yang fundamental dalam kehidupan manusia. Tujuan eksistensialnya untuk mencapai kehidupan yang suci. Ada tiga ragam agama. Pertama, agama tradisional atau agama purba. Sifatnya, polytheistis, percaya banyak Tuhan: animisme dan dinamisme. Kedua, agama natural: Hindu, Buddha, Taoisme, dan yang lain. Ketiga, agama Samawi, merujuk pada anak Nuh, Sem, yaitu: Yudaisme, Kristen, dan Islam. Buku ini tidak dimaksudkan untuk membanding-bandingkan kitab suci agama. Agama-agama dan kitab sucinya tidak pantas dibanding-bandingkan. Setiap agama benar bagi para penganutnya. Setiap agama memiliki makna spritualitas, sakralitas, dan moralitas. Praktik ritus agama bisa sama, tetapi penghayatan praksis pasti berbeda. Jadi, perlu ada diskusi bersama mencari “titik temu” (meeting point) ajaran agama-agama.
Share
